zakat suci dan mensucikan

Mengenai Saya

Foto saya
Perumnas I , Karawaci, Tangerang , Banten, Indonesia
Hp.085715050001 BB.2a0949e4 apikaneh@gmail.com

Rabu, 28 September 2011

Qurbanku

<a href="http://www.superqurban.com/?reg=qurbanku" title="Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun"><img src="http://www.superqurban.com/wp-content/uploads/2011/09/banner-125x125.png" alt="Hadirkan Senyum Sepanjang Tahun" width="125" height="125" border="0"></a>

Selasa, 13 September 2011

REKENING RUMAH ZAKAT

Assalamu a'laikum
Puji syukur kita Kepada Allah SWT.yang senantiasa memberikan begitu banyak ni'mat yang tak sanggup kita  menghitungnya,Solawat serta salam tercurah kepada Junjungan Nabi Muhammad Saw.yang membawa kepada ummat kepada jalan yang lurus, beradab dan bermartabat ,kepada keluarga dan juga para sahabat dan mudah2an  kita termasuk dalam daftar tetangga Rosulullah di Syurga nanti Aamiin

Sobat begitu Indahnya apabila perasaan Syukur kita, kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari walaupun untuk mengawali berat ,tetapi keinginan kita yang kuat InsyaAllah suatu hari nanti ,lambat atau cepat kita akan terbiasa melakukan suatu kebaikan yang bermakna tanpa di perintah2.

Bersyukur adalah suatu kenikmatan dari Allah SWT,dengan bersyukur kehidupan dan ketenangan akan di dapatkan walaupun seseorang tidak menunggu sebuah kenikmatan,kenikmatan itu akan datang dengan sendirinya dan sekaligus sebagai tameng dari hal perbuatan kejahatan pada diri kita

Tentang ni'mat kekayaan yang kita miliki tidak berarti apabila kita tidak pernah atau bahkan belum pernah kita syukuri dengan jalan berbagi/berinfaq,padahal apa yang kita keluarkan (infaq)akan berkali lipat keuntungan, salah satu contoh adalah kita bisa terlepas dari mara bahaya,kekurangan ekonomi,dan hal sebagainya yang menurut manusia tidak membuat enak

Tengoklah surat Al An’aam ayat 160 yang berbunyi, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”
Dari penjabaran ayat tersebut, Allah telah berjanji akan melipatgandakan segala bentuk amal perbuatan baik kita. Bahkan sampai sepuluh kali lipatnya. Apakah kita pantas meragukan firman Allah SWT tersebut?
Sobat apa yang kita punya saat ini tidaklah ada arti apabila tidak kita Syukuri ,tidak berkembang apabila kita diamkan dan kita timbunsemua itu adalah syurga dunia yang membuat manusia terlena ,jadikanlah Harta yang Anda miliki sebagai wasilah/jalan/penghantar kita pada Syurga ,karena Rosulullah berpesan kepada ummatnya agar ummat menjadi tetangga Rosul ketika di Syurga nanti

Wassalamu a'laikum waroh matullohi wabarokatuh


Senin, 05 September 2011

MISTERI MAYAT DIATAS KUBAH MASJID NABAWI


Qubbatul Khadhra' (kubah hijau) yang terlihat megah di Masjid Nabawi berfungsi menaungi kuburan jasad Rasul Saw yang mulia didampingi kedua sahabatnya sekaligus mertuanya yaitu Abu Bakar Siddiq ra, dan Umar bin Khattab ra. Tempat tersebut dahulunya adalah rumah baginda Rasul Saw karena setiap Rasul yang diutus oleh Allah Swt dikuburkan di mana dia wafat. Sebagaimana sabda Nabi Saw: Tidak dicabut nyawa seorang Nabi pun melainkan dikebumikan dimana dia wafat. (HR. Ibnu Majah)

Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membangun Masjid Nabawi dengan membeli tanah seharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl dan Suhail berukuran 3 x 30 m.

Bangunan yang sederhana itu hanya berdindingkan tanah yang dikeringkan, bertiangkan pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma. Sebelah Timur bangunan Masjid Nabawi dibangun rumah Nabi Saw, dan sebelah Barat dibangun ruangan untuk orang-orang miskin dari kaum Muhajirin yang pada akhirnya tempat itu dikenal dengan tempat ahli Suffah (karena mereka tidur berbantalkan pelana kuda).

Baru pada tahun ke-7 H, Nabi mengadakan perluasan Masjid Nabawi ke arah Timur, Barat, dan Utara sehingga berbentuk bujursangkar 45 x 45 m dengan luas mencapai 2.025 m2 dan program jangka panjang untuk memperluas Masjid Nabawi seperti yang kita lihat sekarang ini diisyaratkan oleh Nabi Saw dengan sabdanya menjelang wafat: "Selayaknya kita memperluas masjid ini".

Hingga pada tahun ke-17 H, Amirul Mukminin Umar bin Khattab khalifah kedua, memperluas ke arah Selatan dan Barat masing-masing 5 m dan ke Utara 15 m, dan dilanjutkan oleh Usman bin Affan khalifah ketiga memperluas ke arah Selatan, Utara dan Barat masing-masing 5 m pada tahun ke-29 H.

Akhirnya pada masa Khalifah Bani Umayyah Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 88 H, memperluas ke semua sisi Masjid Nabawi termasuk ke arah Timur (rumah Nabi) dan kamar-kamar isteri Nabi (hujurat) sehingga makam Nabi Muhammad Saw, Abu Bakar Siddiq, dan Umar bin Khattab termasuk bagian dari masjid dan berada di dalam masjid yang sebelumnya terpisah dari masjid.

Inilah yang menjadi pembahasan para ulama dan fukaha di dalam Fikih Islam, yaitu mendirikan bagunan seperti rumah kubah, madrasah, dan masjid di atas kuburan. Karena Nabi Saw bersabda : Allah mengutuk umat Yahudi dan Nasrani yang membuat kuburan para nabi mereka menjadi masjid-masjid (tempat peribadatan). (HR. Bukhari Muslim)

Hadis di atas dipahami oleh sebagian ulama terutama di kalangan pengikut Syekh Muhammad bin Abdul Wahab (Th. 1115 H/ 1703 M di Masjid Saudi Arabia, dan aliran ini disebut oleh para rivalnya sebagai aliran Wahabiyah, dan di Indonesia dengan aliran Salafi). Secara umum, tidak boleh melakukan kegiatan ibadah di atas kuburan, berdoa menghadap kuburan, dan membangun kubah di atas kuburan.

Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi untuk dihancurkan, lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati. Mayatnya melekat pada kubah hijau tersebut dan tidak dapat diturunkan sampai sekarang. Syekh Zubaidy, ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi, dan terdengar suara yang mengatakan "Tidak ada satu orang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang belakangan hari dapat mengambil, i'tibar".

Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan langsung dengan mata kepala. Bagi yang tidak dapat berkunjung ke sana dapat mengakses internet google "Ada Mayat di atas Kubah Masjid Nabawi".

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini, terlepas dari kebenarannya, bahwa kembali kepada Tauhid yang murni seperti zaman Rasul Saw adalah tujuan dari dakwah Islam dan misi para Rasul dan umat Islam mesti menerimanya, jika tidak ingin menjadi orang musyrik. Akan tetapi pemeliharaan nilai sejarah dan para pelaku sejarah juga penting, karena Allah berfirman : Sungguh di dalam sejarah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal. (QS. Yusuf : 111).

Akhirnya jika pelaku sejarah tidak boleh dikenang, tidak dimuliakan, tidak dihormati, kuburannya diratakan, bagaimana kita mengambil pelajaran dari sejarah tersebut? Adapun maksud Nabi Saw Allah mengutuk Yahudi dan Nasrani menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, adalah menyembah kuburan. Semoga kita dapat pelajaran. Wallahua'lam

Senin, 29 Agustus 2011

Idul Fitri di berbagai wilayah




Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah. Dan sebelum salai ied di lakukan imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat ied baru membayar zakatnya hukum nya sodakoh biasa bukan zakat.

Asia Tenggara

 

Umat Islam di Indonesia menjadikan Idul Fitri sebagai hari raya utama, momen untuk berkumpul kembali bersama keluarga, apalagi keluarga yang karena suatu alasan, misalnya pekerjaan atau pernikahan, harus berpisah. Mulai dua minggu sebelum Idul Fitri, umat Islam di Indonesia mulai sibuk memikirkan perayaan hari raya ini, yang paling utama adalah Mudik atau Pulang Kampung, sehingga pemerintah pun memfasilitasi dengan memperbaiki jalan-jalan yang dilalui. Hari Raya Idul Fitri di Indonesia diperingati sebagai hari libur nasional, yang diperingati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang memang mayoritas Muslim. Biasanya, penetapan Idul Fitri ditentukan oleh pemerintah, namun beberapa ormas Islam menetapkannya berbeda. Idul Fitri di Indonesia disebut dengan Lebaran, dimana sebagian besar masyarakat pulang kampung (mudik) untuk merayakannya bersama keluarga. Selama perayaan, berbagai hidangan disajikan. Hidangan yang paling populer dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia adalah ketupat, yang memang sangat familiar di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura. Bagi anak-anak, biasanya para orang tua memberikan uang raya kepada mereka. Selama perayaan, biasanya masyarakat berkunjung ke rumah-rumah tetangga ataupun saudaranya untuk bersilaturahmi, yang dikenal dengan "halal bi-halal",[4] memohon maaf dan keampunan kepada mereka. Beberapa pejabat negara juga mengadakan open house bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi.
Di Malaysia, Singapura, dan Brunei, Idul Fitri dikenal juga dengan sebutan Hari Raya Puasa atau Hari Raya Aidil Fitri. Masyarakat di Malaysia dan Singapura turut merayakannya bersama masyarakat Muslim diseluruh dunia. Seperti di Indonesia, malam sebelum perayaan selalu diteriakkan takbir di masjid ataupun mushala, yang mengungkapkan kemenangan dan kebesaran Tuhan. Diperkampungan, biasanya banyak masyarakat yang menghidupkan pelita atau panjut, atau obor di Indonesia. Banyak bank, perkantoran swasta ataupun pemerintahan yang tutup selama perayaan Idul Fitri hingga akhir minggu perayaan. Masyarakat disini biasanya saling mengucapkan "Selamat Hari Raya" atau "Salam Aidil Fitri" dan "Maaf lahir dan batin" sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sesama. Di Malaysia juga ada tradisi balik kampung, atau mudik di Indonesia. Disini juga ada tradisi pemberian uang oleh para orang tua kepada anak-anak, yang dikenal dengan sebutan duit raya.[5][6]
Umat Muslim adalah minoritas di Filipina, sehingga sebagian besar masyarakat tidak begitu familiar dengan perayaan ini. Namun, perayaan Idul Fitri sudah diatur sebagai hari libur nasional oleh pemerintah dalam Republic Act No. 9177 dan berlaku sejak 13 November 2002.

Asia Selatan

Di Bangladesh, India, dan Pakistan, malam sebelum Idul Fitri disebut Chand Raat, atau malam bulan. Orang-orang mengunjungi berbagai bazar dan mal untuk berbelanja, dengan keluarga dan anak-anak mereka. Para perempuan, terutama yang muda, seringkali satu sama lain mengecat tangan mereka dengan bahan tradisional hennadan serta memakai rantai yang warna-warni.
Cara yang paling populer di Asia Selatan selama perayaan Idul Fitri adalah dengan mengucapkan Eid Mubarak kepada yang lain. Anak-anak didorong untuk menyambut para orang tua. Didalam penyambutan ini, mereka juga berharap untuk memperoleh uang, yang disebut Eidi, dari para orang tua.
Di pagi Idul Fitri, setelah mandi dan bersih, setiap Muslim didorong untuk menggunakan pakaian baru, bila mereka bisa mengusahakannya. Sebagai alternatif, mereka boleh menggunakan pakaian yang bersih, yang telah dicuci. Orang tua dan anak laki-laki pergi ke masjid atau lapangan terbuka, tradisi ini disebut Eidgah, salat Ied, berterimakasih kepada Allah karena diberi kesempatan beribadah di bulan Ramadan dengan penuh arti. Setiap Muslim diwajibkan untuk membayar Zakat Fitri atau Zakat Fitrah kepada fakir miskin, sehingga mereka dapat juga turut merayakan hari kemenangan ini.
Setelah salat, perkumpulan itu dibubarkan dansetiap Muslim saling bertamu dan menyambut satu sama lain termasuk anggota keluarga, anak-anak, orang tua, teman dan tetangga mereka.
Sebagian Muslim juga berziarah ke makam anggota keluarga mereka untuk berdoa bagi keselamatan almarhum. Biasanya, anak-anak mengunjungi sanak keluarga dan tetangga yang lebih tua untuk meminta maaf dan mengucapkan salam.
Setelah bertemu dengan teman dan sanak keluarganya, banyak orang yang pergi ke pesta-pesta, karnaval, dan perayaan khusus di taman-taman (dengan bertamasya, kembang api, mercon, dan lain-lain). Di Bangladesh, India, dan Pakistan, banyak dilakukan bazar, sebagai puncak Idul Fitri. Sebagian Muslim juga memanfaatkan perayaan ini untuk mendistribusikan zakat mal, zakat atas kekayaannya, kepada orang-orang miskin.
Dengan cara ini, umat Muslim di Asia Selatan merayakan Idul Fitri dalam suasana yang meriah, sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah, dan mengajak keluarga mereka, teman, dan para fakir miskin, sebagai rasa kebersamaan.

[sunting] Arab Saudi

Di Arab Saudi, tepatnya di Riyadh, umat Islam mendekorasi rumah saat Idul Fitri tiba. Sejumlah perayaan digelar seperti pagelaran teater, pembacaan puisi, parade, pertunjukan musik, dan sebagainya. Soal menu Lebaran, umat Islam di sana menyantap daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional. Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.[8]

[sunting] Cina

Di Cina, tepatnya di Xinjiang, perayaan Lebaran justru tampak meriah. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah putih, sementara wanita memakai baju hangat dan kerudung setengah tutup. Seusai salat Idul Fitri, pesta makan dan bersilaturahim pun dilakukan.[8]

[sunting] Iran

Lebaran di Iran justru kurang semarak. Hal ini karena mayoritas umat Islam di sana adalah pengikut ajaran Syiah. Setelah salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, mereka cukup melanjutkannya dengan acara silaturahmi bersama keluarga dan ditutup dengan acara pemberian makanan dari keluarga kaya kepada yang kurang mampu.[8]

[sunting] Eropa

Di Eropa, perayaan Idul Fitri tidak dilakukan dengan begitu semarak. Di Inggris misalnya, Idul Fitri tidak diperingati sebagai hari libur nasional. Kaum muslimin di Inggris harus mencari informasi tentang hari Idul Fitri. Biasanya, informasi ini didapat dari Islamic Centre terdekat atau dari milis Islam. Idul Fitri dirayakan secara sederhana di Inggris. Khotbah disampaikan oleh Imam masjid setempat, dilanjutkan dengan bersalam-salaman. Biasanya di satu area dimana terdapat banyak kaum Muslimin disana, kantor-kantor dan beberapa sekolah di area tersebut akan memberikan satu hari libur untuk kaum muslimin. Untuk menentukan hari Idul Fitri sendiri, para ulama dan para ahli agama Islam sering mengadakan rukyat hisab untuk menentukan hari raya Idul Fitri.

[sunting] Turki

Di Turki, Idul Fitri dikenal dengan sebutan Bayram (dari bahasa Turki). Biasanya setiap orang akan saling mengucapkan "Bayramınız Kutlu Olsun", "Mutlu Bayramlar", atau "Bayramınız Mübarek Olsun". Pada Idul Fitri, masyarakat biasanya menggunakan pakaian terbaik mereka (dikenal sebagai Bayramlik) dan saling kunjung mengunjungi ketempat orang-orang yang mereka kasihi seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka serta menziarahi kuburan keluarganya yang telah tiada.
Pada masa itu, orang yang lebih muda akan mencium tangan kanan mereka yang lebih tua dan menempatkannya di dahi mereka selagi mengucapkan salam Bayram. Para anak-anak kecil juga biasa mendatangi rumah-rumah disekitar lingkungannya untuk mengucapkan salam, dimana mereka biasanya diberikan permen, cokelat, permen tradisional seperti Baklava dan Lokum, atau sejumlah kecil uang.

[sunting] Amerika

[sunting] Amerika Utara

Umat Muslim di Amerika Utara pada umumnya merayakan Idul Fitri dengan cara yang tenang dan khidmat. Karena penetapan hari raya bergantung pada peninjauan bulan, seringkali banyak masyarakat tidak sadar bahwa hari berikutnya sudah Idul Fitri. Masyarakat menggunakan metode yang berbeda untuk menentukan penghujung Ramadan dan permulaan Syawal. Orang Amerika Utara yang berada di wilayah timur bisa jadi merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda dibanding mereka yang di wilayah barat. Pada umumnya, penghujung Ramadan diumumkan via e-mail, website, atau melalui sambungan telepon.
Umumnya, keluarga Muslim di Barat akan bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan makanan kecil. Setiap orang didorong untuk berpakaian formal dan baru. Banyak keluarga-keluarga yang memakai pakaian tradisional dari negara mereka, karena kebanyakan Muslim disana ialah imigran. Selanjutnya mereka akan pergi ke majlis yang paling dekat untuk salat. Salat itu bisa diadakan di masjid lokal, ruang pertemuan hotel, gelanggang, ataupun stadion lokal. Salat Idul Fitri sangat penting, dan umat Muslim didorong untuk salat Id memohon ampunan dan pahala. Setelah salat, ada kutbah dimana imam memberikan nasihat bagi jamaahnya dan biasanya didorong untuk mengakhiri setiap kebencian ataupun kesalahan lampau yang mungkin mereka punya. Setelah salat dan kutbah, para jamaah saling memeluk dan satu sama lain saling mengucapkan selamat Idul Fitri. Muslim di Amerika Utara juga merayakan Idul Fitri dengan cara saling memberi dan menerima hadiah kepada keluarga.
Empire State Building di New York City, Amerika Serikat, memancarkan lampu-lampu berwarna hijau sebagai penghormatan terhadap hari raya Idul Fitri pada tanggal 12-14 Oktober 2007.[9]

[sunting] Idul Fitri dalam kalender Masehi

Dalam kalender Islam, penetapan hari Idul Fitri selalu sama setiap tahunnya, hal ini berbeda dalam kalender Masehi yang selalu berubah dari tahun ke tahun. Dalam kalender Islam penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender lunar), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi mengelilingi matahari (kalender solar). Perbedaan inilah yang menyebabkan penetapan Idul Fitri selalu berubah di dalam kalender Masehi, yakni terjadi perubahan 11 hari lebih awal setiap tahunnya.

Rabu, 24 Agustus 2011

OPTIMALKAN 10 TERAKHIR RAMADHAN



Oleh: H. Abd Rauf, Lc, MA (Pengurus Ikatan Dai Indonesia Sulsel)

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seharusnya umat Islam lebih memperbanyak ibadah.

Sudah menjadi fenomena umum di seluruh masjid di Tanah Air bahwa pada malam-malam awal Ramadan, masjid penuh sesak dengan jemaah salat isya dan tarawih. Jangankan ruang utama masjid, teras dan halamannya pun kadang dipenuhi saf-saf darurat.    

Keadaan sebaliknya terjadi di hari-hari akhir Ramadan. Masjid kembali "biasa-biasa" saja. Kalau di awal-awal Ramadan panitia mesjid kebingungan karena jemaah membeludak, pada akhir Ramadhan, panitia bernapas lega karena masjid "luas" kembali bersamaan dengan mendekatnya Hari Raya Idul Fitri.

Kenyataan tersebut berbeda dengan keadaan di Masjidil Haram, Mekah. Di sana, semakin banyak bilangan puasa, semakin bertambah pula jumlah jemaah salat.

Semakin hampir berakhir pelaksanaan ibadah puasa, semakin antusias orang dalam beribadah dan hadir di masjid. Memang begitulah yang seharusnya. Di antara mereka ada yang datang untuk menunaikan ibadah umrah dan tidak sedikit yang sengaja datang untuk beritikaf di samping "jemaah tetap" Masjidil Haram sendiri.

Nabi SAW dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, disebutkan bahwa Beliau di sepuluh terakhir Ramadan, semakin menghidupkan malamnya. Membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya.

Artinya, Nabi SAW semakin serius dan memperbanyak ibadahnya. Dia bangunkan keluarganya; istri-istrinya, anak-anaknya, cucu-cucunya, menantunya untuk lebih menyemarakkan malam-malam tersisa dari Ramadhan. Beliau juga mengencangkan ikat pinggangnya, pertanda semakin serius dan giat.

Jika melihat kemuliaan yang terkandung dari hari-hari akhir puasa, maka patutlah  kita lebih bersemangat dalam beribadah. Sebab pada malam-malam terakhir Ramadhan itulah ada malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan, setara dengan 83 tahun lebih.

Pada malam sepuluh terakhir pulalah kita disunnahkan beritikaf, yaitu tinggal di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt dengan melaksanakan serangkaian ibadah. Memang aneh jika di awal-awal ramadhan masjid pada ramai tetapi di pengujung Ramadan justru yang datang hanya segelintir. Padahal, sebaik-baik nilai amalan itu adalah "khawatimuha" (penutupnya).

Beribadah secara maksimal di akhir-akhir Ramadan bisa jadi merupakan indikasi "Husnul Khaatimah" Ramadan itu sendiri bagi seseorang. Dalam rangka menghindari "budaya panas-panas tai ayam" tersebut, maka yang perlu dilakukan dan diupayakan adalah melakukan optimalisasi amalaiyah Ramadan.

Semakin banyak bilangan puasa, seharusnya membuat kita lebih giat dan bersemangat dalam beribadah. Maka kualitas puasa semakin menjadi baik. Dengan berusaha meningkatkan kualitas ibadah pada akhir Ramadan, kita akan benar-benar sampai pada tujuan, yaitu menjadi orang yang bertakwa. Semoga!


 

Selasa, 23 Agustus 2011

Surat Al-Waqi’ah Doa Pembuka Rejeki



Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.
Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:
  1. Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
  2. Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
  3. Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.
Dengan melihat kedudukan surat Al-Waqiah yang sedemikian besar khasiatnya untuk mendatangkan rejeki bagi kita, marilah mulai sekarang membacanya secara rutin setiap hari atau setiap malam. Karena memang surat itu penuh berkah dan mengundang kekayaan serta mengusir kemiskinan bagi siapa saja yang mau secara rutin membacanya.

Minggu, 21 Agustus 2011

6 TIPS SUKSES RAMADHAN


1.Senantiasa meluruskan niat Puasa hanya untu Allah SWT.


karena apabila kita berpuasa bukan karena Allah SWT,tetapi karena tradisi,ikut-ikutan atau alasan kesehatan   semata,maka puasa kita yg sebulan penuh hanya akan seperti yg disabdakan RosulullahSAW: "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan sesuatu dari pusanya kecuali lapar dan dahaga".(HR.An Nasa'i dan Ibnu Majah)

2.Usahakan untuk memperbanyak Tilawah Al-Qur'an

Ramadhan juga di namkan Syahrul Qur'an karena di bulan tersebut Allah pertama kali menrunkan Al-Qur'an.Imam Az Zuhri mengatakan : "Apabila datang Ramadhan,maka kegiatan utama kita (selain Shiyam)adalah membaca Al-Qur'an".

3.Kuat tekat untuk selalu melaksanakan Qiyamulail Ramadhan(Tarawih)

Qiyamulail Ramadhan atau Tarawih adalah rangkaian dari ibadah di bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda :"Barangsiapa yg melakukan Qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan,maka diampuni dosanya yang telah lalu".(HR>Bukhori dan Muslim)

4.Senang  berinfaq dan bershodaqoh

Dalam sebuah hadist di katakan :"Sebaik-baik seekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan".(HR.Al Baihaqi,Al Khatib dan At Turmudzi).Dan diantara sedekah yang dianjurkan di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang berbuka puasa,sebagaimana hadist Rosulullah SAW. : "Siapa yang memberi hidangan berbuka pada orang yang berpuasa,maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu,tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut" (HR.Ahmad ,Turmudzi dan Ibnu Majah)

5.Evaluasi diri dengan beri'tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan

"Rosulullah SAW.selalu beri'tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan". (HR.Bukhari dan Muslim) dengan beri'tikaf Rosulullah menganjurkan umatnya banyak memohon ampunan dan mencari malam "Lailatul Qodar"yaitu malam yang keutamaanya lebih baik daripada 1000bulan.

6.Segera tunaikan Zakat fitrah di hari akhir Ramadhan

"Dari Ibnu Umar ra berkata : Rosulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha kurma atau gandum pada budak,orang merdeka,lelaki,perempuan,anak kecil dan orang dewasa dari umat islam,dan memerintahkan untuk membyarnya sebelum mereka keluar untuk shalat (Ied)"(Mutafaqun Alaih)

  

Jumat, 19 Agustus 2011

"PULANG KAMPOENG"







Pulang kampong

Aroma kampong sudah terhirup dalam pikiran para perantau ,wajah ayah ibu kakak,adik,kakek,nenek dan saudara maupun teman serta tetangga yang di sayangi dengan pertanyaan-pertanyaan dalam batin
Setelah di sibukkan dengan THR yang di terima ditambah tabungan selama  bekerja, rasanya pulang kampong tinggal menunggu waktu, serta persiapan oleh-oleh apa yang pantas dibawa,terbayang wajah bapak ibu yang setahun lalu kondisinya sudah renta dengan goresan keriput kulit muka
Wajah tua yang tidak pernah mengharapkan anak-anaknya memberikan balasan karena telah membesarkan dan mendidiknya,wajah tua yang hanya berharap kelak anaknya hidup bahagia dan juga selalu menyempatkan datang walau hanya satu tahun sekali saja,agar kelak anaknya juga bisa merasakan kebahagiaan ketika anaknya telah menjadi ibu seperti ibunya
Pulang Kampong terasa harum pabila semua bisa dilakukan ,Pulang Kampung terasa mahal kalau kita tidak punya kekuatan silaturohim

Rabu, 17 Agustus 2011

Hidup Bertetangga ala Rosulullah


REPUBLIKA.CO.ID, Tetangga adalah sosok yang
akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Tak jarang, tetangga kita lebih
tahu keadaan kita ketimbang kerabat kita yang tinggal berjauhan. Saat
kita sakit dan ditimpa musibah, tetanggalah yang pertama membantu kita.
Tak heran, jika Islam begitu menekankan kepada kita untuk berbuat baik
kepada terangga, karena dampak hubungan yang harmonis antar tetangga
mendatangkan maslahat yang begitu besar.

Rasulullah SAW
bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir
hendaklah ia berbuat baik kepada terangganya." (HR Bukhari-Muslim).

"Dan berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang Muslim." (HR Ibnu Majah).

Semakin
tinggi keimanan seseorang, maka semakin mulia pula akhlaknya kepada
siapa pun, termasuk kepada para tetangganya. Keluhuran akhlak seseorang
bukti kesempurnaan imannya.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah
menggambarkan arti pentingnya kedudukan tetangga dengan berpesan.
"Jibril terus-menerus berwasiat kepadaku (untuk berbuat baik) terhadap
tentangga, hingga aku yakin ia (seorang tetangga) akan mewariskan harta
kepadanya (tetangganya)." (HR Bukhari-Muslim).

Adab Bertetangga yang Sehat

Menurut
Syekh Muhammad bin Jamil, ada beberapa etika dan adab pergaulan dengan
tetangga yang selayaknya kita perhatikan diantaranya; mencintai kebaikan
untuk tetangga kita sebagaimana kita menyukai kebaikan itu untuk diri
sendiri. Bergembira jika tetangga kita mendapat kebaikan dan
kebahagiaan, serta menjauhi sikap dengki.

Rasulullah SAW
mengajarkan dalam haditsnya, "Dan demi Dzat yang jiwaku berada dalam
genggaman-Nya, tidaklah seseorang beriman hingga ia mencintai untuk
tetangganya, atau beliau berkata, untuk sudaranya apa yang ia cintai
untuk dirinya sendiri." (HR Muslim).

Saat musibah melanda
tetangga sebisa mungkin kita membantunya, baik bantuan materi ataupun
dukungan moril. Menghibur dan meringankan beban penderitaannya dengan
nasihat, tidak menampakan wajah gembira tatkala dia dirundung duka.
Menjenguknya ketika sakit dan mendoakan kesembuhan untuknya serta
membantu pengobatannya bila memang dia membutuhkannya.

Rasulullah
SAW bersabda, "Bukanlah seorang Mukmin, orang yang kenyang sementara
tetangganya kelaparan di sampingnya." (HR Bukhari).

Menghindari
sikap yang dapat menyebabkan tetangga kita merasa tersakiti, baik berupa
perbuatan ataupun perkataan. Contohnya, mencela, membeberkan aibnya di
muka umum, memusuhinya, atau melemparkan sampah di muka rumahnya
sehingga menyebabkan ia terpeleset ketika melewatinya, dan jenis
gangguan lainnya.

Nabi SAW bersabda, "Barangsiapa yang beriman
kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya."
(HR Bukhari).

Kunjungilah tetangga pada hari raya dan sambutlah
undangannya jika dia mengundang kita. Pesan Rasulullah, "Hak Muslim atas
Muslim yang lain ada lima; menjawab ucapan salam, menjenguk orang
sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan dan mendoakan orang yang
bersin." (HR Bukhari).

Bersikap toleran kepada tetangga selama
bukan dalam perkara maksiat. Mendidik keluarga kita untuk tidak
berkata-kata keras atau berteriak-teriak sehingga mengganggu tetangga.
Tidak mengeraskan suara radio atau televisi hingga mengusik ketentraman
tetangga, terutama pada malam hari. Sebab, mungkin diantara mereka ada
yang sedang sakit, lelah, tidur atau mungkin ada anak sekolah yang
sedang belajar.

Rasulullah bersabda, "Sebaik-baik sahabat adalah
yang paling baik terhadap sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah
yang paling baik terhadap tetangganya." (HR Tirmidzi).Dan hendaklah kita tidak bersikap kikir terhadap tetangga yang membutuhkan bantuan, selama kita bisa membantunya. Rasulullah berpesan, "Janganlah seorang diantara kalian melarang tetangganya untuk meletakkan kayu di tembok rumahnya." (HR Bukhari).



Memberikan hadiah kepada tetangga, walau dengan sesuatu yang mungkin kita anggap remeh. Karena saling memberi hadiah akan menumbuhkan rasa cinta dan ukhuwah yang lebih dalam. Dengarlah nasihat Rasulullah, "Jika suatu kali engkau memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya, kemudian perhatikanlah tetanggamu, dan berikanlah mereka sebagiannya dengan cara yang pantas." (HR Muslim).



Menundukkan pandangan terhadap aurat tetangga, dan tidak pula menguping pembicaraan mereka. Apalagi sampai mengintip ke dalam rumahnya tanpa seizinnya untuk mengetahui aib mereka. Allah SWT berfirman: "Dan katakanlah kepada laki-laki beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka." (QS An-Nur: 30).



Bersabar dalam menghadapi gangguan tetangga, atau memilih pindah rumah jika memang hal itu memungkinkan. Allah berfirman: "Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS Fushshilat: 34).



Membalas kejahatan tetangga dengan perbuatan baik merupakan salah satu etika bertetangga yang diajarkan Islam. Nabi SAW bersabda, "Tiga golongan yang dicintai Allah… dan laki-laki yang memiliki tetangga yang menyakitinya, kemudian ia bersabar menghadapi gangguannya hingga ajal memisahkan mereka." (HR Imam Ahmad).



Jika tidak mampu bersabar menghadapi gangguan tetangga, sementara kita tidak mungkin pindah rumah, maka coba kita terapkan nasihat Rasulullah berikut ini: "Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,"Pulanglah dan bersabarlah!" Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,"Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan!" Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,"Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku." (HR Bukhari)



Memang tiada gading yang tak retak. Tidak ada manusia yang sempurna. Ada saja kekurangan yang melekat pada setiap diri kita. Latar belakang yang berbeda menciptakan pribadi yang berbeda.



Wacana yang perlu kita kembangkan adalah bagaimana kita dapat meredam perbedaan yang ada, selama tidak melanggar rambu syariat. Menjalin komunikasi positif dengan menjunjung tinggi akhlak pergaulan. Selamat menuai pahala dari tetangga Anda.



Jumat, 12 Agustus 2011

ZAKAT,INFAQ: Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedeka...

ZAKAT,INFAQ: Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedeka...: "Seringkali kita bertanya, apa perbedaan antara zakat, infaq, shodaqoh (sedekah), waqof (wakaf) dan qurban. Secara singkat, di sarikan dari b..."

Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedekah), Waqof dan Qurban

Seringkali kita bertanya, apa perbedaan antara zakat, infaq, shodaqoh (sedekah), waqof (wakaf) dan qurban. Secara singkat, di sarikan dari berbagai sumber, marilah kita cermati perbedaan atara zakat, infaq, shodaqoh, wakaf dan qurban para tulisan berikut

Zakat
Secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang berkah, membersihkan atau mensucikan. Sakat memiliki persyaratan hukum yang sudah ditetapkan, seperti jenisnya, jumlah dan waktunya. Dalam Al Qur’an, kata zakat disandingkan dengan kata shalat, jika kita cermati, shalat dan zakat memiliki kesamaan dalam posisi hukum. Masing-masing dari keduanya (Shalat dan zakat) memiliki dalil-dalil hukum yang jelas sehingga keduanya menjadi wajib dan berdosa apabila di tinggalkan atau tidak dilakukan sesuai dengan aturan dalam syariat.

Infaq
Secara bahasa Infaq bermakna : keterputusan dan kelenyapan, dari sisi leksikal infaq bermakna : mengorbankan harta dan semacamnya dalam hal kebaikan. Dengan demikian, kalau kedua makna ini di gabungkan maka dapat dipahami  bahwa harta yang dikorbankan atau didermakan pada kebaikan itulah yang mengalami keterputusan atau lenyap dari kepemilikan orang yang mengorbankannya. Berdasarkan pengertian di atas, maka setiap pengorbanan (pembelanjaan) harta dan semacamnya pada kebaikan disebut al-infaq.
Dalam infaq tidak di tetapkan bentuk dan waktunya, demikian pula dengan besar atau kecil jumlahnya.  Tetapi infaq biasanya identik dengan harta atau sesuatu yang memiliki nilai barang yang di korbankan. Infaq adalah jenis kebaikan yang bersifat umum, berbeda dengan zakat. Jika seseorang ber-infaq, maka kebaikan akan kembali pada dirinya, tetapi jika ia tidak melakukan hal itu, maka tidak akan jatuh kepada dosa, sebagaimana orang yang telah memenuhi syarat untuk berzakat, tetapi ia tidak melaksanakannya. Dalam beberapa makna, infaq seringkali juga di artikan dengan zakat.

Shodaqoh
Shodaqoh atau yang dalam bahasa indonesia seringkalo di tuliskan dengan sedekah memiliki makna yang lebih luas lagi dari zakat dan infaq. Shodaqoh dapat dimaknai dengan satu tindakan yang dilakukan karena membenarkan adanya pahala / balasan dari Allah SWT. Sehingga shodaqoh dapat kita maknai dengan segala bentuk / macam kebaikan yang dilakukan oleh seseorang karena membenarkan adanya pahala / balasan dari Allah SWT. Shodaqoh dapat berbentuk harta seperti zakat atau infaq, tetapi dapat pula sesuatu hal yang tidak berbentuk harta. Misalnya seperti senyum, membantu kesulitan orang lain, menyingkirkan rintangan di jalan, dan berbagai macam kebaikan lainnya.
Seperti halnya infaq, dalam shodaqoh tidak di tetapkan bentuknya, bisa berupa barang, harta maupun satu sikap yang baik. Jika ia berupa harta atau barang, maka shodaqoh tidak di tetapkan waktunya, dan jumlahnya.
Shodaqoh adalah jenis kebaikan yang sifatnya lebih luas dari zakat dan infaq, maka seringkali kita menemukan kata shodaqoh ini di artikan dengan zakat atau dengan infaq. Dan shodaqoh seringkali juga di gunakan untuk ungkapan kejujuran seseorang pada agama / keimanan seseorang. Ketika seseorang ber-shodaqoh maka ia akan mendapatkan balasan dari apa yang ia lakukan, tetapi jika ia tidak melakukan hal ini, maka ia tidak berdosa seperti ia tidak membayar zakat hanya saja ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala.

Waqaf
Waqaf dan qurban termasuk ke dalam infaq dan shodaqoh dengan tingkatan dan anjuran yang lebih khusus. Keduanya bukan termasuk zakat. Waqof berasal dari makna kata yang berarti, menahan, diam, atau berhenti. Harta yang berhenti, ditahan dan sudah tidak di gunakan lagi oleh pemiliknya (diam) untuk tujuan kebaikan dan manfaat, maka ia disebut dengan waqaf. Waqaf hanya dapat berupa harta yang memiliki nilai uang, seperti uang, emas, perak, tanah, binatang, dll.

Qurban
Qurban merupakan salah satu rukun dalam pelaksanaan haji, ia berasal dari makna kata mendekat atau menghampiri. Berqurban adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Qurban adalah jenis shodaqoh dan infaq yang khusus dan memiliki aturannya sendiri yang disandarkan pada Al Quran dan hadits. Tetapi, Qurban berbeda dengan zakat, ia merupakan sunnah yang di anjurkan tetapi ia tidak wajib dilaksanakan.

Kesimpulan
Melalui uraian singkat diatas, kita bisa mengambil satu kesimpulan, bahwa semua kebaikan dalam bentuk harta atau sesuatu yang tidak bernilai harta maka ia disebut kedalam shodaqoh. Yang lebih khusus dari kebaikan itu adalah infaq (karena hanya dalam bentuk harta atau semacamnya) dan yang lebih khusus lagi adalah zakat. Karena zakat memiliki hukum yang sudah jelas dalam perhitungannya (nishob dan haul).

Shodaqoh dan infaq merupakan anjuran untuk mendapatkan keutamaan yang jika dilakukan oleh seseorang maka ia akan mendapatkan pahala, jika tidak dilakukan, maka tidak berdosa. Sedangkan zakat jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika di tinggalkan maka ia berdosa.
Dengan demikian, jika seseorang ingin ber-zakat, tetapi sebetulnya ia belum memenuhi syarat zakat, maka ia akan di kategorikan sebagai orang yang ber-infaq atau ber-shodaqoh. Tetapi jika ia berbuat kebaikan (tanpa sesuatu yang bernilai harta atau barang), maka hal itu lebih tepat dinamakan shodaqoh.

Jika seseorang berzakat, maka ia dapat disebutkan sedang ber-infaq atau bersedekah. Jika ia ber-infaq dapat pula disebut bershodaqoh, dan berzakat apabila syaratnya memenuhi, tetapi jika tidak maka tidak termasuk ke dalam zakat. Dan jika ia bershodaqoh, apabila syaratnya masuk kedalam zakat, maka ia bisa disebut berzakat, tetapi jika tidak masuk ke dalam syarat zakat tetapi ia melakukannya dengan harta atau barang, maka ia dapat disebut sedang berinfaq.

Tambahan untuk pertanyaan sahabat, fa'ilun dan ghonimah adalah harta yang didapat dari hasil peperangan.Wallahu’alam.

Sumber : bayar zis online

TAFSIR SURAT AL - FALAQ

Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah
dakwatuna.com – Surat An-Falaq ini Makkiyah. Ada yang mengatakan Madaniyyah. Terdiri dari 5 ayat, dan merupakan salah satu dari dua ayat perlindungan.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

1.  Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2.  Dari kejahatan makhluk-Nya,
3.  Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”
Makna Mufradat:
Arti Mufradat
1. Asalnya terbelahnya sesuatu dan jelasnya sesuatu dari yang lain. Maksudnya pada surat ini adalah semua yang dibelah Allah baik berupa bumi untuk tumbuhan, gunung untuk mata air, gunung untuk hujan, dan rahim untuk jabang bayi.

1.

2. Malam yang sangat gelap gulita.

2.

3. Masuk ke dalam apa saja dan menutupi apa saja.

3. إذا

4. Nafatsah maksudnya hembusan yang keluar dari mulut.

4.

5. Jamak dari ‘uqdah, apakah maksudnya buhul tali atau yang dimaksud ikatan cinta dan hubungan antar manusia.

5. في

Syarah:
Diriwayatkan bahwa ada orang Yahudi menyihir Nabi saw. Hingga beliau sakit sampai tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai-sampai tidak sadar terhadap apa yang dilakukan. Kemudian Jibril datang dan memberitahu tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu beliau dibacakan surat An-Nas dan Al-Falaq akhirnya kembali sadar seperti semula.
Menurutku riwayat ini tidak benar sebagaimana pendapat para ulama. Ia hanya celoteh orang-orang Yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhadap Nabi saw. Dan menganggap beliau terkena sihir. Padahal Allah berfirman,

إِنَّا كَفَيْنَاكَ

“Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).” (QS. Al-Hijr: 95).
Katakan kepada mereka, ya Muhammad, “Aku berlindung kepada Tuhan seluruh Alam yang dapat membelah tanah dan langit, aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan yang menimpaku, keluargaku, dakwahku, dan sahabatku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam jika telah menjadi gelap gulita dan menutupi seluruh alam. Karena kegelapan malam bisa menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa. Aku juga berlindung kepada-Mu dari para wanita peniup buhul tali yang mereka ikat.” Sebagaimana yang dijelaskan tadi. Namun maksud yang sebenarnya adalah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih. Dengan demikian ta’ pada kata,
النفاثة
bermakna hiperbol dan tidak menujukkan ta’nits (feminim). Yakni orang yang berusaha mengadu domba, mengerahkan segenap upayanya untuk menyakiti orang yang dipuji. Tidak ada jalan untuk mendapatkan keridhaan orang semacam ini. Maka tidak ada cara lain  menghadapi orang tersebut selain menghadap kepada Allah agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

dikutip dari dakwatuna.com

Senin, 08 Agustus 2011

TAK KAN LETIH DAN BERHENTI

Hari cepat melesat berlalu bagai hiasan alam mimpi
Para pejuang sejati dengan wangi peluh berjuang merengkuh merangkai bukti hakiki
Tak peduli terik membakar pori merubah kulit bersisik
Tak peduli bandang deras menghalang dan menghadang aksi


Walau gulita hitam pekat menggelayut semangat., membujuk rayu langkah pejuang dengan penuh romantis… berusaha mencegat tekat hati yang dalam terpatri…

Para pejuang sejati tak pernah peduli dengan : penghargaan, kedudukan, piala kemenangan, ataupun reposisi
Para pejuang sejati penuh harap cemas akan tumbuh regenerasi pejuang-pejuang baru sejati
Pejuang sejati bagai garda terdepan selalu terdepan beraksi tanpa batas yang basi
Pejuang sejati bagai buldoser, meremukkan : bangunan-bangunan kepelitan hati yang enggan berbagi, bangunan-bangunan yang tak pernah mau peduli pada para akhnia yang terlunta dan tersakiti
Pejuang sejati hancur remukkan kebodohan hati
Pejuang sejati goyahkan kekokohan diri agar selalu peduli
Pejuang sejati bagai bom Hiroshima yang setiap saat menghancurkan sifat tamak agar luluh lunglalai
Pejuang sejati siap jemput para derma yang tak pernah bosan untuk selalu menghidupkan hatinya penuh dengan antusias berbagi tanpa ada jeruji kuat membatasi

Sabtu, 06 Agustus 2011

PEJUANG SEJATI

Masa bagai udara berhembus tak bersuara, tak peduli akan segala keinginan dan cita para pejuang belum terlaksana
Masa tak pernah menghibur kala para pejuang tersungkur
Masa tak mau peduli walau para pejuang telah berjuang penuh keikhlasan menggapai cita mewujudkan mimpi
Masa bekerja penuh kesetiaan , disiplin, serta fokus


Para pejuang tak kenal letih seperti Masa menggapai akhir
Para pejuang berjuang bagai Masa berhembus menembus lorong hati yang paling suci
Para pejuang teruslah membara bagai bara api, merahkan semangat imajinasi nyatakan cita wujudkan mimpi yang abadi
Para pejuang teruslah berjuang tanpa engkau memandang kelas yang kau sandang, teruslah engkau hujamkan : pedang, tombak, panah dan berlarilah bagai langkah seribu kuda tunggangan pilihan, dan tembuslah batas pilah yang membuat engkau berkerut ciut akan segala dayamu yang telah maju kedepan jauh.. dan hampir mendekati satu tujuan yang pasti akan peroleh janji

Para pejuang teruslah berjuang sekuat daya , dan jangan hirau oleh bagian yang kau anggap tak sepadan  dan yakinlah bagian kekurangan mu akan di bayar pada masanya
Para pejuang busungkan dada ,pasrahkan jiwa semai semangat hanya berharap pada Ilahi semata
Para pejuang janganlah kau redup bagai arang hitam berdebu menyesakkan pernafasan
Para pejuang bara mu harus tetap memerah menyala ,karena di depan telah banyak para pengharap menantikan uluran tangan lembut penuh makna

Para pejuang sumbatlah gulita kelam pekat para pengharap, hentikan lengkingan hiba, sendu pilu, air mata menetes tiada habis, berikan semangat amanahmu, layani dengan profesional ,berilah kemudahan agar engkau dibalas dengan kemudahan segala permasalahan, tetaplah bersilaturohmi walau engkau tidak dimuliakan mereka, karena keadaan ... agar kita tetap terus hidup dengan limpahan berkah rizki halal nan baik, berikan tiga rangkaian kebahagian yang selama ini ia ingini dan ia cari............