zakat suci dan mensucikan
Setiap manusia pada dasarnya senang berbagi. Sebab
setelah melakukannya, kebahagiaan seketika menghampiri.
Rumah Zakat melalui Senyum Ramdahan, mengajak setiap
Sobat menjadikan kegiatan berbagi sebagai gaya hidup yang
menghiasi hari–hari Anda, sehingga bulan ini akan terlewati
dengan kegiatan lebih berarti.
Di tahun 2011, Rumah Zakat telah mewujudkan senyuman
bagi 110.774 penerima manfaat dari Aceh hingga Papua.
Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2010 yang berhasil
memberikan kebahagiaan untuk 61.207 penerima manfaat.
Ramadhan hanya sebulan, jangan sampai Anda kehilangan
momen pelipatgandaan pahala tersebut dan menunggunya
datang lagi tahun depan.
Program Reguler Senyum Ramadhan
Alhamdulillah...... Allah Akbar.....Subhanallah....
Ateis Skotlandia Menemukan Islam di Usia 65 Tahun
Nama saya Maryam Noor, dan itu nama Islam saya, sedangkan nama asli saya adalah Margaret Templeton.
Saya lahir di Skotlandia dalam sebuah rumah yang ateis. Di rumah kami,
kami tidak pernah diizinkan berbicara tentang Tuhan, dan bahkan jika
kita belajar tentang hal itu di sekolah, kami tidak diperbolehkan untuk
membicarakannya di rumah atau kami akan dihukum.
Selama yang
saya ingat, saya telah mencari kebenaran tentang mengapa saya di sini di
dunia ini, apa fungsi saya di sini, apa yang saya harus lakukan.
Segera setelah saya berumur cukup dewasa, saya mulai mencari beberapa
informasi tentang "orang yang menyebut Tuhan" dan sepanjang hidup saya,
saya telah mencari Kebenaran, bukan agama tertentu. Kebenaran, sesuatu
yang masuk akal bagi saya, sesuatu yang membuka hati saya dan yang
membuat hidup saya menjadi berharga. Saya telah mengunjungi hampir
setiap gereja di wilayah kerajaan, baik di sini maupun di daerah saya,
namun tidak pernah terpikir oleh saya untuk mengkaji tentang Islam.
Saya kemudian menjadi tertarik mengkaji Islam, tetapi perang terjadi di
Irak, dan saya membaca hal-hal mengerikan yang dikatakan di media
tentang Muslim, tapi saya juga dididik tentang agama-agama lain sehingga
mengetahui bahwa hal-hal itu kebanyakan tidak benar, dan membuat saya
pergi mencari seorang guru yang bisa mengajarkan saya sesuatu tentang
cara hidup Islam, sehingga saya akan mampu untuk menolak hal-hal keliru
serta dusta yang orang katakan tentang Islam.
Salah satu hal
yang saya lakukan adalah bahwa saya berbicara dengan semua orang. Saya
biasa tersenyum untuk setiap orang dengan mengatakan "Halo", "Apa
kabar", dan "Bagaimana anda hari ini" .. seperti Yesus yang menyebarkan
kebahagiaan kepada setiap orang yang ia jumpai. Saat itu saya telah
menjadi seorang Katolik Roma tapi saya sangat tidak bahagia dan saya
meninggalkan Gereja dan saya tidak tahu ke mana harus pergi.
Pada saat yang sama, saya mencari seorang guru yang bisa mengajarkan
saya tentang Islam, saya berdoa terus-menerus sepanjang hari agar Tuhan
menolongnya saya, saya mengucapakan "bantu saya ... Bantu saya... Bantu
saya.." berulang-ulang sepanjang hari selama hampir dua tahun, karena
saya tidak tahu harus berbuat apa atau ke mana saya harus pergi.
Teman dari teman saya kemudian membawa seorang alim - seorang ulama.
Namanya Nur El-Din, dan dia adalah seorang warga kelahiran Arab yang ada
di negeri ini. Dia mengundang saya untuk datang ke rumahnya. Dia
menyarankan saya untuk membeli beberapa buku Islam, dan saya bisa
menelepon dia jika saya memiliki pertanyaan. Dan inilah awal hubungan
kami. Ada tujuh jilid buku yang saya beli, yang ternyata merupakan
tafsir Al-Quran.
Jadi saya mulai untuk belajar. Saya membuka
buku pertama. Saya tidak memulai dari belakang, saya mulai dari depan,
dan saya segera membaca surat Al-Baqarah. Dan sebelum Al-Baqarah, ada
surat Al-Fatihah, dan sewaktu saya membaca surat Al-Fatihah, rasanya
saya seperti disambar petir, air mata mengalir dari mata saya, air mata
seperti air Terjun Niagara. Jantung saya berdetak sangat cepat, ... saya
berkeringat, saya gemetar, ... Saya takut ini adalah kerjaan setan,
yang mencoba menghentikan saya karena saya bisa menemukan jalan
kebenaran, karena buku ini mungkin akan menuntut saya menuju jalan
Kebenaran, sesuatu yang saya cari selama ini.
Saya akhirnya
menelepon sang alim itu, dia mengatakan 'silahkan datang ke sini saya
ingin melihat Anda'. Jadi saya pergi ke rumahnya di tengah musim dingin,
dan saya tiba di sana dalam kondisi hampir membeku, tetapi penderitaan
itu tidak berarti apa-apa bagi kebenaran yang akan saya temukan. Dan
saya menjelaskan pengalaman saya kepada sang alim. Saya mengatakan ini
adalah setan, apa yang harus saya lakukan? Salah satu hal yang terjadi
selama ini air mata saya mengalir, saya seperti bisa melihat hati saya
di sini, berwarna merah, sangat besar, lebih cerah, tidak berbentuk sama
sekali. Saya agak takut, dan saya berkata apa yang Anda pikir saya
harus lakukan?
Dan ia berkata kepada saya "Margaret" ujarnya, "Anda akan menjadi seorang Muslim".
Dan saya berkata "Tapi saya tidak membaca buku-buku ini untuk menjadi seorang Muslim".
"Saya membacanya agar mampu membantah kebohongan yang media beritakan tentang orang-orang Muslim."
"Saya tidak ingin menjadi seorang Muslim".
Dan dia berkata "Yah Margaret, Anda akan menjadi seorang Muslim, karena
saya harus memberitahu Anda, telah ada campur tangan Tuhan dalam hidup
Anda."
Saya waktu itu berusia 65 tahun. Saya sekarang 66 tahun. Saya telah menjadi muslim selama satu tahun.
Saya terus belajar dengan alim, dari sekitar November sampai Februari,
dan saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mengucapkan kalimat
syahadat, dan saya bertanya kepada Alim apakah menurutnya terlalu dini
bagi saya untuk datang, karena saya benar-benar tidak ingin menjadi
seorang Muslim, tapi saya yakin saya akan belajar dan Tuhan akan
mengampuni saya bahwa saya tidak menghargai karunia yang besar sehingga
Ia mengaruniakan saya.
Dia kemudian mengatakan "Ulangi ucapan saya" dan dia mengucapkan kalimat syahadat yang kemudian saya ulangi setelah dia.
Lalu saya berkata "Apa yang saya katakan barusan?" Dan dia mengatakan
dalam bahasa Inggris apa yang saya katakan, dan saya berkata "Berarti
saya telah menjadi seorang Muslim?" dan dia berkata "Ya dan namamu
Maryam Noor".
Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya adalah
seorang Muslim yang baik karena hal itu sangat sulit. Saya kehilangan
semua teman Katolik saya, semua teman yang saya berbicara dengannya.
Putri saya berpikir bahwa saya telah gila!.
Hal kedua yang
membuat hidup saya sangat sulit adalah bahwa saya hidup di dunia sekuler
dan tidak di dunia Muslim dan saya ingin dengan sepenuh hati untuk
hidup di dunia Muslim dan memiliki komunitas Muslim. Saya satu-satunya
Muslim di daerah tempat saya tinggal. Tetapi Allah sudah sangat baik
kepada saya karena di tengah semua kesulitan ini, saya senang, saya
sedang belajar.
Saya membaca segala sesuatu dalam bahasa
Inggris karena usia saya yang sudah tua, saya agak susah menghafal.
sehingga saya menggunakan buku. Dan saya meminta kepada Allah "Dengan
nama Allah, yang maha pengasih dan maha penyayang, saya saat ini
benar-benar seperti seorang bayi, saya adalah seorang bayi berusia 65
tahun dan saya mengalami agak kesulitan sedikit dan saya meminta Allah
harus membantu saya dan ini adalah salah satu cara Dia membantu
saya.(fq/oi)