zakat suci dan mensucikan

Mengenai Saya

Foto saya
Perumnas I , Karawaci, Tangerang , Banten, Indonesia
Hp.085715050001 BB.2a0949e4 apikaneh@gmail.com

Jumat, 12 Agustus 2011

ZAKAT,INFAQ: Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedeka...

ZAKAT,INFAQ: Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedeka...: "Seringkali kita bertanya, apa perbedaan antara zakat, infaq, shodaqoh (sedekah), waqof (wakaf) dan qurban. Secara singkat, di sarikan dari b..."

Perbedaan antara Zakat, infaq dan Shodaqoh (Sedekah), Waqof dan Qurban

Seringkali kita bertanya, apa perbedaan antara zakat, infaq, shodaqoh (sedekah), waqof (wakaf) dan qurban. Secara singkat, di sarikan dari berbagai sumber, marilah kita cermati perbedaan atara zakat, infaq, shodaqoh, wakaf dan qurban para tulisan berikut

Zakat
Secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang berkah, membersihkan atau mensucikan. Sakat memiliki persyaratan hukum yang sudah ditetapkan, seperti jenisnya, jumlah dan waktunya. Dalam Al Qur’an, kata zakat disandingkan dengan kata shalat, jika kita cermati, shalat dan zakat memiliki kesamaan dalam posisi hukum. Masing-masing dari keduanya (Shalat dan zakat) memiliki dalil-dalil hukum yang jelas sehingga keduanya menjadi wajib dan berdosa apabila di tinggalkan atau tidak dilakukan sesuai dengan aturan dalam syariat.

Infaq
Secara bahasa Infaq bermakna : keterputusan dan kelenyapan, dari sisi leksikal infaq bermakna : mengorbankan harta dan semacamnya dalam hal kebaikan. Dengan demikian, kalau kedua makna ini di gabungkan maka dapat dipahami  bahwa harta yang dikorbankan atau didermakan pada kebaikan itulah yang mengalami keterputusan atau lenyap dari kepemilikan orang yang mengorbankannya. Berdasarkan pengertian di atas, maka setiap pengorbanan (pembelanjaan) harta dan semacamnya pada kebaikan disebut al-infaq.
Dalam infaq tidak di tetapkan bentuk dan waktunya, demikian pula dengan besar atau kecil jumlahnya.  Tetapi infaq biasanya identik dengan harta atau sesuatu yang memiliki nilai barang yang di korbankan. Infaq adalah jenis kebaikan yang bersifat umum, berbeda dengan zakat. Jika seseorang ber-infaq, maka kebaikan akan kembali pada dirinya, tetapi jika ia tidak melakukan hal itu, maka tidak akan jatuh kepada dosa, sebagaimana orang yang telah memenuhi syarat untuk berzakat, tetapi ia tidak melaksanakannya. Dalam beberapa makna, infaq seringkali juga di artikan dengan zakat.

Shodaqoh
Shodaqoh atau yang dalam bahasa indonesia seringkalo di tuliskan dengan sedekah memiliki makna yang lebih luas lagi dari zakat dan infaq. Shodaqoh dapat dimaknai dengan satu tindakan yang dilakukan karena membenarkan adanya pahala / balasan dari Allah SWT. Sehingga shodaqoh dapat kita maknai dengan segala bentuk / macam kebaikan yang dilakukan oleh seseorang karena membenarkan adanya pahala / balasan dari Allah SWT. Shodaqoh dapat berbentuk harta seperti zakat atau infaq, tetapi dapat pula sesuatu hal yang tidak berbentuk harta. Misalnya seperti senyum, membantu kesulitan orang lain, menyingkirkan rintangan di jalan, dan berbagai macam kebaikan lainnya.
Seperti halnya infaq, dalam shodaqoh tidak di tetapkan bentuknya, bisa berupa barang, harta maupun satu sikap yang baik. Jika ia berupa harta atau barang, maka shodaqoh tidak di tetapkan waktunya, dan jumlahnya.
Shodaqoh adalah jenis kebaikan yang sifatnya lebih luas dari zakat dan infaq, maka seringkali kita menemukan kata shodaqoh ini di artikan dengan zakat atau dengan infaq. Dan shodaqoh seringkali juga di gunakan untuk ungkapan kejujuran seseorang pada agama / keimanan seseorang. Ketika seseorang ber-shodaqoh maka ia akan mendapatkan balasan dari apa yang ia lakukan, tetapi jika ia tidak melakukan hal ini, maka ia tidak berdosa seperti ia tidak membayar zakat hanya saja ia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala.

Waqaf
Waqaf dan qurban termasuk ke dalam infaq dan shodaqoh dengan tingkatan dan anjuran yang lebih khusus. Keduanya bukan termasuk zakat. Waqof berasal dari makna kata yang berarti, menahan, diam, atau berhenti. Harta yang berhenti, ditahan dan sudah tidak di gunakan lagi oleh pemiliknya (diam) untuk tujuan kebaikan dan manfaat, maka ia disebut dengan waqaf. Waqaf hanya dapat berupa harta yang memiliki nilai uang, seperti uang, emas, perak, tanah, binatang, dll.

Qurban
Qurban merupakan salah satu rukun dalam pelaksanaan haji, ia berasal dari makna kata mendekat atau menghampiri. Berqurban adalah bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Qurban adalah jenis shodaqoh dan infaq yang khusus dan memiliki aturannya sendiri yang disandarkan pada Al Quran dan hadits. Tetapi, Qurban berbeda dengan zakat, ia merupakan sunnah yang di anjurkan tetapi ia tidak wajib dilaksanakan.

Kesimpulan
Melalui uraian singkat diatas, kita bisa mengambil satu kesimpulan, bahwa semua kebaikan dalam bentuk harta atau sesuatu yang tidak bernilai harta maka ia disebut kedalam shodaqoh. Yang lebih khusus dari kebaikan itu adalah infaq (karena hanya dalam bentuk harta atau semacamnya) dan yang lebih khusus lagi adalah zakat. Karena zakat memiliki hukum yang sudah jelas dalam perhitungannya (nishob dan haul).

Shodaqoh dan infaq merupakan anjuran untuk mendapatkan keutamaan yang jika dilakukan oleh seseorang maka ia akan mendapatkan pahala, jika tidak dilakukan, maka tidak berdosa. Sedangkan zakat jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika di tinggalkan maka ia berdosa.
Dengan demikian, jika seseorang ingin ber-zakat, tetapi sebetulnya ia belum memenuhi syarat zakat, maka ia akan di kategorikan sebagai orang yang ber-infaq atau ber-shodaqoh. Tetapi jika ia berbuat kebaikan (tanpa sesuatu yang bernilai harta atau barang), maka hal itu lebih tepat dinamakan shodaqoh.

Jika seseorang berzakat, maka ia dapat disebutkan sedang ber-infaq atau bersedekah. Jika ia ber-infaq dapat pula disebut bershodaqoh, dan berzakat apabila syaratnya memenuhi, tetapi jika tidak maka tidak termasuk ke dalam zakat. Dan jika ia bershodaqoh, apabila syaratnya masuk kedalam zakat, maka ia bisa disebut berzakat, tetapi jika tidak masuk ke dalam syarat zakat tetapi ia melakukannya dengan harta atau barang, maka ia dapat disebut sedang berinfaq.

Tambahan untuk pertanyaan sahabat, fa'ilun dan ghonimah adalah harta yang didapat dari hasil peperangan.Wallahu’alam.

Sumber : bayar zis online

TAFSIR SURAT AL - FALAQ

Oleh: Tim Kajian Manhaj Tarbiyah
dakwatuna.com – Surat An-Falaq ini Makkiyah. Ada yang mengatakan Madaniyyah. Terdiri dari 5 ayat, dan merupakan salah satu dari dua ayat perlindungan.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

1.  Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2.  Dari kejahatan makhluk-Nya,
3.  Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”
Makna Mufradat:
Arti Mufradat
1. Asalnya terbelahnya sesuatu dan jelasnya sesuatu dari yang lain. Maksudnya pada surat ini adalah semua yang dibelah Allah baik berupa bumi untuk tumbuhan, gunung untuk mata air, gunung untuk hujan, dan rahim untuk jabang bayi.

1.

2. Malam yang sangat gelap gulita.

2.

3. Masuk ke dalam apa saja dan menutupi apa saja.

3. إذا

4. Nafatsah maksudnya hembusan yang keluar dari mulut.

4.

5. Jamak dari ‘uqdah, apakah maksudnya buhul tali atau yang dimaksud ikatan cinta dan hubungan antar manusia.

5. في

Syarah:
Diriwayatkan bahwa ada orang Yahudi menyihir Nabi saw. Hingga beliau sakit sampai tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai-sampai tidak sadar terhadap apa yang dilakukan. Kemudian Jibril datang dan memberitahu tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu beliau dibacakan surat An-Nas dan Al-Falaq akhirnya kembali sadar seperti semula.
Menurutku riwayat ini tidak benar sebagaimana pendapat para ulama. Ia hanya celoteh orang-orang Yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhadap Nabi saw. Dan menganggap beliau terkena sihir. Padahal Allah berfirman,

إِنَّا كَفَيْنَاكَ

“Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).” (QS. Al-Hijr: 95).
Katakan kepada mereka, ya Muhammad, “Aku berlindung kepada Tuhan seluruh Alam yang dapat membelah tanah dan langit, aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan yang menimpaku, keluargaku, dakwahku, dan sahabatku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam jika telah menjadi gelap gulita dan menutupi seluruh alam. Karena kegelapan malam bisa menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa. Aku juga berlindung kepada-Mu dari para wanita peniup buhul tali yang mereka ikat.” Sebagaimana yang dijelaskan tadi. Namun maksud yang sebenarnya adalah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan para pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih. Dengan demikian ta’ pada kata,
النفاثة
bermakna hiperbol dan tidak menujukkan ta’nits (feminim). Yakni orang yang berusaha mengadu domba, mengerahkan segenap upayanya untuk menyakiti orang yang dipuji. Tidak ada jalan untuk mendapatkan keridhaan orang semacam ini. Maka tidak ada cara lain  menghadapi orang tersebut selain menghadap kepada Allah agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

dikutip dari dakwatuna.com

Senin, 08 Agustus 2011

TAK KAN LETIH DAN BERHENTI

Hari cepat melesat berlalu bagai hiasan alam mimpi
Para pejuang sejati dengan wangi peluh berjuang merengkuh merangkai bukti hakiki
Tak peduli terik membakar pori merubah kulit bersisik
Tak peduli bandang deras menghalang dan menghadang aksi


Walau gulita hitam pekat menggelayut semangat., membujuk rayu langkah pejuang dengan penuh romantis… berusaha mencegat tekat hati yang dalam terpatri…

Para pejuang sejati tak pernah peduli dengan : penghargaan, kedudukan, piala kemenangan, ataupun reposisi
Para pejuang sejati penuh harap cemas akan tumbuh regenerasi pejuang-pejuang baru sejati
Pejuang sejati bagai garda terdepan selalu terdepan beraksi tanpa batas yang basi
Pejuang sejati bagai buldoser, meremukkan : bangunan-bangunan kepelitan hati yang enggan berbagi, bangunan-bangunan yang tak pernah mau peduli pada para akhnia yang terlunta dan tersakiti
Pejuang sejati hancur remukkan kebodohan hati
Pejuang sejati goyahkan kekokohan diri agar selalu peduli
Pejuang sejati bagai bom Hiroshima yang setiap saat menghancurkan sifat tamak agar luluh lunglalai
Pejuang sejati siap jemput para derma yang tak pernah bosan untuk selalu menghidupkan hatinya penuh dengan antusias berbagi tanpa ada jeruji kuat membatasi