zakat suci dan mensucikan

Mengenai Saya

Foto saya
Perumnas I , Karawaci, Tangerang , Banten, Indonesia
Hp.085715050001 BB.2a0949e4 apikaneh@gmail.com

Rabu, 24 Agustus 2011

OPTIMALKAN 10 TERAKHIR RAMADHAN



Oleh: H. Abd Rauf, Lc, MA (Pengurus Ikatan Dai Indonesia Sulsel)

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seharusnya umat Islam lebih memperbanyak ibadah.

Sudah menjadi fenomena umum di seluruh masjid di Tanah Air bahwa pada malam-malam awal Ramadan, masjid penuh sesak dengan jemaah salat isya dan tarawih. Jangankan ruang utama masjid, teras dan halamannya pun kadang dipenuhi saf-saf darurat.    

Keadaan sebaliknya terjadi di hari-hari akhir Ramadan. Masjid kembali "biasa-biasa" saja. Kalau di awal-awal Ramadan panitia mesjid kebingungan karena jemaah membeludak, pada akhir Ramadhan, panitia bernapas lega karena masjid "luas" kembali bersamaan dengan mendekatnya Hari Raya Idul Fitri.

Kenyataan tersebut berbeda dengan keadaan di Masjidil Haram, Mekah. Di sana, semakin banyak bilangan puasa, semakin bertambah pula jumlah jemaah salat.

Semakin hampir berakhir pelaksanaan ibadah puasa, semakin antusias orang dalam beribadah dan hadir di masjid. Memang begitulah yang seharusnya. Di antara mereka ada yang datang untuk menunaikan ibadah umrah dan tidak sedikit yang sengaja datang untuk beritikaf di samping "jemaah tetap" Masjidil Haram sendiri.

Nabi SAW dalam hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, disebutkan bahwa Beliau di sepuluh terakhir Ramadan, semakin menghidupkan malamnya. Membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya.

Artinya, Nabi SAW semakin serius dan memperbanyak ibadahnya. Dia bangunkan keluarganya; istri-istrinya, anak-anaknya, cucu-cucunya, menantunya untuk lebih menyemarakkan malam-malam tersisa dari Ramadhan. Beliau juga mengencangkan ikat pinggangnya, pertanda semakin serius dan giat.

Jika melihat kemuliaan yang terkandung dari hari-hari akhir puasa, maka patutlah  kita lebih bersemangat dalam beribadah. Sebab pada malam-malam terakhir Ramadhan itulah ada malam Lailatul Qadar, malam yang lebih mulia dari seribu bulan, setara dengan 83 tahun lebih.

Pada malam sepuluh terakhir pulalah kita disunnahkan beritikaf, yaitu tinggal di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt dengan melaksanakan serangkaian ibadah. Memang aneh jika di awal-awal ramadhan masjid pada ramai tetapi di pengujung Ramadan justru yang datang hanya segelintir. Padahal, sebaik-baik nilai amalan itu adalah "khawatimuha" (penutupnya).

Beribadah secara maksimal di akhir-akhir Ramadan bisa jadi merupakan indikasi "Husnul Khaatimah" Ramadan itu sendiri bagi seseorang. Dalam rangka menghindari "budaya panas-panas tai ayam" tersebut, maka yang perlu dilakukan dan diupayakan adalah melakukan optimalisasi amalaiyah Ramadan.

Semakin banyak bilangan puasa, seharusnya membuat kita lebih giat dan bersemangat dalam beribadah. Maka kualitas puasa semakin menjadi baik. Dengan berusaha meningkatkan kualitas ibadah pada akhir Ramadan, kita akan benar-benar sampai pada tujuan, yaitu menjadi orang yang bertakwa. Semoga!


 

Selasa, 23 Agustus 2011

Surat Al-Waqi’ah Doa Pembuka Rejeki



Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.
Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:
  1. Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
  2. Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
  3. Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.
Dengan melihat kedudukan surat Al-Waqiah yang sedemikian besar khasiatnya untuk mendatangkan rejeki bagi kita, marilah mulai sekarang membacanya secara rutin setiap hari atau setiap malam. Karena memang surat itu penuh berkah dan mengundang kekayaan serta mengusir kemiskinan bagi siapa saja yang mau secara rutin membacanya.

Minggu, 21 Agustus 2011

6 TIPS SUKSES RAMADHAN


1.Senantiasa meluruskan niat Puasa hanya untu Allah SWT.


karena apabila kita berpuasa bukan karena Allah SWT,tetapi karena tradisi,ikut-ikutan atau alasan kesehatan   semata,maka puasa kita yg sebulan penuh hanya akan seperti yg disabdakan RosulullahSAW: "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan sesuatu dari pusanya kecuali lapar dan dahaga".(HR.An Nasa'i dan Ibnu Majah)

2.Usahakan untuk memperbanyak Tilawah Al-Qur'an

Ramadhan juga di namkan Syahrul Qur'an karena di bulan tersebut Allah pertama kali menrunkan Al-Qur'an.Imam Az Zuhri mengatakan : "Apabila datang Ramadhan,maka kegiatan utama kita (selain Shiyam)adalah membaca Al-Qur'an".

3.Kuat tekat untuk selalu melaksanakan Qiyamulail Ramadhan(Tarawih)

Qiyamulail Ramadhan atau Tarawih adalah rangkaian dari ibadah di bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda :"Barangsiapa yg melakukan Qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan,maka diampuni dosanya yang telah lalu".(HR>Bukhori dan Muslim)

4.Senang  berinfaq dan bershodaqoh

Dalam sebuah hadist di katakan :"Sebaik-baik seekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan".(HR.Al Baihaqi,Al Khatib dan At Turmudzi).Dan diantara sedekah yang dianjurkan di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang berbuka puasa,sebagaimana hadist Rosulullah SAW. : "Siapa yang memberi hidangan berbuka pada orang yang berpuasa,maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu,tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut" (HR.Ahmad ,Turmudzi dan Ibnu Majah)

5.Evaluasi diri dengan beri'tikaf di 10 hari terakhir Ramadhan

"Rosulullah SAW.selalu beri'tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan". (HR.Bukhari dan Muslim) dengan beri'tikaf Rosulullah menganjurkan umatnya banyak memohon ampunan dan mencari malam "Lailatul Qodar"yaitu malam yang keutamaanya lebih baik daripada 1000bulan.

6.Segera tunaikan Zakat fitrah di hari akhir Ramadhan

"Dari Ibnu Umar ra berkata : Rosulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha kurma atau gandum pada budak,orang merdeka,lelaki,perempuan,anak kecil dan orang dewasa dari umat islam,dan memerintahkan untuk membyarnya sebelum mereka keluar untuk shalat (Ied)"(Mutafaqun Alaih)