zakat suci dan mensucikan

Mengenai Saya

Foto saya
Perumnas I , Karawaci, Tangerang , Banten, Indonesia
087786220297 call/wa apikaneh@gmail.com

Selasa, 24 Juli 2012

Sambut Ramadhan dengan Ceria

Berbagi Ceria dg Mereka, Bersama 250.000 Yatim / dhua'fa mendoakan untuk kesuksesan Anda
Donasikan kepedulian Anda Untuk Mereka





Minggu, 22 Juli 2012

Berlomba Berbagi di Bulan Suci ,Cinta Ramadhan Cinta Berbagi

Cinta Ramadhan Cinta Berbagi

Bulan Ramadhan Bulan yg Suci
Banyak pahala bertebaran setiap hari
Jangan ketinggalan wahai kawan mari berlomba di bulan ini
Karena setiap langkah positip dalam puasa dapatkan pahala tersendiri

 



Mari kawan kita berbagi
Agar mereka Yatim & Dhua'fa bisa senang berseri
Bagai pohon di siram segar bersemi
Ingat kawan rejeki kita sebagian ada orang lain yang memiliki

Tidak rugi jika kawan di bulan suci ini
Berbagi kado lebaran untuk anak Yatim tidaklah akan merugi
Bahkan akan bertambah terus bertambah lagi dan lagi
Do'a mereka untuk kesuksesan anda akan terkabuli

Ayo kawan tunggu apalagi
Bulan Ramadhan hanya satu tahun satu kali
Mari berlomba terus menyantuni
Agar mereka mudah dan ringan mendo'akan serta meng aamiini


Nanang Kusrianto

Jumat, 20 Juli 2012

Hitung Zakat Maaal Anda & Salurkan pada Lembaga Zakat

Zakat Maal

 Apakah akan seperti ini lagi cara pembaggian zakat di tahun ini 1433H.......???????????????

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Zakat Mal (Arabadalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara hukum (syara). Mal berasal dari bahasa Arab;māl yang secara harfiah berarti 'harta'.

Daftar isi

Syarat-syarat harta

Harta yang akan dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Milik Penuh, yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat.
  2. Berkembang, yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan.
  3. Mencapai nisab, yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, harta yang tidak mencapai nishab tidak wajib dizakatkan dan dianjurkan untuk berinfaq atau bersedekah.
  4. Lebih Dari Kebutuhan Pokok, orang yang berzakat hendaklah kebutuhan minimal/pokok untuk hidupnya terpenuhi terlebih dahulu
  5. Bebas dari Hutang, bila individu memiliki hutang yang bila dikonversikan ke harta yang dizakatkan mengakibatkan tidak terpenuhinya nishab, dan akan dibayar pada waktu yang sama maka harta tersebut bebas dari kewajiban zakat.
  6. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul), kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz(barang temuan) tidak memiliki syarat haul.

Macam-macamnya

Macam-macam zakat Mal dibedakan atas obyek zakatnya antara lain:
  • Hewan ternak. Meliputi semua jenis & ukuran ternak (misal: sapi,kerbau,kambing,domba,ayam)
  • Hasil pertanian. Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.
  • Emas dan Perak. Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun.
  • Harta Perniagaan. Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi.
  • Hasil Tambang(Ma'din). Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan lain-lain.
  • Barang Temuan(Rikaz). Yakni harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun).
  • Zakat Profesi. Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta.

Yang berhak menerima

Berdasarkan firman Allah QS At-Taubah ayat 60, bahwa yang berhak menerima zakat/mustahik sebagai berikut:
  1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya.
  2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.
  3. Pengurus zakat : orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan & membagikan zakat.
  4. Muallaf : orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
  5. Memerdekakan budak : mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
  6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan ma'siat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam di bayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.
  7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, madrasah, masjid, pesantren, ekonomi umat, dll.
  8. Ibnu Sabil, Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan ma'siat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Atau juga orang yg menuntut ilmu di tempat yang jauh yang kehabisan bekal.

Sumber dalam Alquran & Hadis

  • QS (2:43)("Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk".)
  • QS (9:35)(pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.")
  • QS (6: 141)(Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. )
Salurkan zakat Anda melalui rek.Rumah Zakat

Bank Mandiri No rek 132000 481 974 5
Bank BCA No rek 094 301 6001
keduanya a/n yayasan rumah zakat indonesia.

Harap konfirmasi setelah mentransfer,dengan cara call ato sms :
Format sms : nama_jml donasi_jenis transaksi(zakat,infaq,program Ramadhan)_ bank_tgl transfer
Contoh : Budi_5.000.000_infaq_mandiri_21 juli 2012

Kirim ke no 0856 9330 9267

Kamis, 19 Juli 2012

Ramadhan Cinta " Berbagi itu Gaya"

Assalamu alaikum
Alhamdulillah

Semoga Allah selalu memberikan keberkahan setiap langkah Bpk/Ibu di manapun berada
Hari ini saya bisa berkirim e-mail untuk teman2 dan saudara muslim semoga kita bisa berperan dalam mendulang  banyak pahala di bulan Ramadhan, karena setiap langkah dan tindakan positip kita di bulan suci akan berbuah pahala yang berlipat, rasanya sayang apabila momen tersebut kita lewatkan begitu saja ,lewat tulisan ini saya menawarkan untuk kegiatan Ramadhan bersama 250.000 anak yatim dan dhu'afa mendo'akan akan permintaanBpk/Ibu, dan kami yakin di bulan Ramadhan akan di kabulkan segala keinginan kita apalagi bersama do'a 250.000 anak yatim Rumah Zakat se nasional luar biasa...untuk selanjutnya Bpk/Ibu bisa memilih program - program Ramadhan yang kami tawarkan.

Wassalamu a'laikum waroh matullahi wa barokatuh

Sajadah Indah berseri, jadi hiasan di hari akbar nan suci. E-mail ini jadi pengganti diri, tanda ingat silaturohmi mohon maaf lahir & batin. Marhaban Ya Ramadhan 1433 H






Kamis, 28 Juni 2012

Ramadhan tiba

Burhan, anak yang terkenal paling okem di kampung itu kini telah berubah. Alhamdulillah, barangkali inilah ‘hikmah’nya bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah Swt. Jika Burhan pada bulan biasanya tampil mirip-mirip para personelnya Limp Bizkit atawa Korn, yang memang pada liar, kini doi kelihatan lebih tenang. Raut muka yang bulan kemarin bertampang Romusa, alias Roman Muka Sadis, kini setelahnya Primus, alias Pria Muka Sholeh. Kalo dulu, kemana-mana nyekek botol cap “Topi Miring” kini lebih sering bawa al-Quran dan kepalanya tertutup peci (tapi bukan peci miring lho, he..he..he..), bahkan doi ikutan aktif di remaja masjid di kampungnya. Pokoknya, kita-kita kaget banget, tapi sekaligus senang, karena ada perubahan dalam diri doi. Syukurlah.
Burhan, orangnya memang cool, tapi dulu suka bikin kesel. Makanya, anak-anak kampung situ suka ngeledekin doi dengan membuat akronim untuk namanya, Burhan, adalah akronim dari burung hantu. Hih (nyambung nggak seh? He..he..he..). Tapi label itulah yang diberikan teman-temannya saat Burhan merajalela dengan kemaksiatannya. Yup, ketika Burhan lagi seneng-senengnya berbuat dosa. Tapi sekali lagi, alhamdulillah, sekarang nggak lagi. Moga-moga seterusnya berubah jadi baik, bukan sekadar jeda, untuk kemudian kembali gokil. Amit-amit ya? Meskipun doi imut-imut (tapi ini bukan akronim dari item mutlak lho...)
Sobat muda muslim, contoh kasus Burhan kayaknya menarik juga. Moga aja bisa jadi semacam cermin buat kita, ternyata orang sebejat apapun dia, insya Allah masih bisa berubah. Tentunya jika dia memang berusaha keras untuk mengubah dirinya. Sekadar tahu saja, perubahan Burhan nggak begitu saja terjadi. Tapi, teman-teman di sekitar Burhan sebelumnya juga kerap ngingetin doi. Lama-lama doi mikir juga, ternyata banyak temannya yang mau peduli dengan doi. Ternyata begitu berharga memiliki teman-teman baik. Teman yang mau bersusah payah mengingatkan dirinya di kala berada dalam kegelapan. Teman yang mampu menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam kehidupannya. Maka, sungguh sangat malu bagi Burhan, jika temannya begitu menaruh perhatian kepada masa depan dirinya, sementara dirinya sendiri masa bodoh dengan masa depan. Inilah yang membuat Burhan mau mikir dan akhirnya berubah.
Nah, proses ini kemudian menghantarkan Burhan mulai mengenal Islam. Bulan Ramadhan inilah waktu yang pas buat doi untuk berubah. Ramadhan memang mampu menjadikan orang bisa mengubah gaya hidupnya. Tentu buat mereka yang memang menginginkan dengan serius perubahan dalam dirinya. Tapi, bagi mereka yang hanya menganggap bahwa Ramadhan adalah bulan dimana dia kudu berubah sesaat, maka orang model begitu kemungkinan besar nggak akan berubah menuju kebaikan. Buktinya, banyak seleb yang begitu. Sebelum Ramadhan kelakuannya naudzubillah, pas Ramadhan berubah drastis, jadi kalem. Eh, begitu selesai Ramadhan, mereka kembali ‘gila’. Emang sih bukan cuma kalangan seleb yang begitu rupa, dari kalangan kita-kita juga banyak. But, berhubung kaum seleb mudah dilihat penampilannya di layar kaca dan media cetak, maka merekalah yang paling mungkin untuk disorot. Duh, pada sadar ngapa?
Yang taat Vs yang maksiat
Memang sih, pengennya ketika Ramadhan tiba, maksiat serta merta jeda, atau malah reda sama sekali. Tapi lain di harapan, lain pula dalam kenyataan. Di satu sisi, kita nggak menutup mata kalo memang ada perubahan yang berarti bagi sebagian dari kita. Tapi kita juga prihatin, sebab masih ada juga yang nggak kenal kata akhir dalam maksiat. Ramadhan dibabat juga. Orang model begini memang rada susah diajak untuk baik.
Coba deh kalo kamu jalan-jalan ke pasar, meski di hari pertama bulan puasa, sudah banyak dijumpai mereka yang melalaikan kewajiban puasa. Konyolnya, sambil melayani pembeli mulutnya nggak berhenti ngunyah makanan. Padahal, mereka muslim lho. Tapi apa mau dikata, orang model begitu maunya menang sendiri. Kalo disebut bukan Islam kayaknya bakalan murka juga, tapi, kelakuannya malah bertolak belakang dengan prinsip hidup seorang muslim. Apa nggak aneh tuh orang?
Malah, bulan suci Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum untuk menambah kuantitas amal dan kualitas amal kita, ternyata justru dinodai dengan tetap bukanya tempat-tempat hiburan yang full maksiat. Coba, siapa yang kagak dongkol?
Eh, udah gitu, di Surabaya beberapa hari menjelang Ramadhan ratusan pekerja seks komersial (baca: pelacur) yang bekerja di diskotik, bar, dan club-club malam memprotes pemda kota Surabaya agar mencabut larangan beroperasinya hiburan malam di kota tersebut selama Ramadhan. Sebab, kalo tempat itu ditutup mereka nggak bisa kerja. Parahnya lagi, mereka berdalih bahwa jika mereka tidak bekerja di tempat hiburan tersebut, bagaimana bisa membeli kebutuhan untuk lebaran? Waduh, ini benar-benar IQ jongkok! Sori rada kasar dikit. Lebaran mau, tapi maksiat jalan terus. Wah, berarti perzinahan jalan terus meski sedang puasa. Aduh, pantas jika Allah murka kepada mereka. Rasulullah saw. bersabda: “Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya untuk menerima azab Allah.” (HR. Ath Thabrani, Al Hakim dari Ibnu Abbas, dalam kitab Fathul Kabir jilid I hlm. 132).
Sobat muda muslim, terus terang kita sedih, kesal, dan juga kecewa dengan kenyataan ini. Ternyata Ramadhan, bagi sebagian dari kaum muslimin yang masih getol maksiat, tidak membuat mereka berhenti dan meninggalkan kebiasaan buruk dan terkutuknya itu. Malah tetep maju terus pantang mundur. Mereka bisa berbuat begitu, selain karena kebodohannya, juga karena kemalasannya untuk mencari ilmu, yakni malas untuk mengetahui tentang ajaran Islam. Jadi ada kesan masa bodoh dengan ajaran Islam. Dengan demikian, orang model begini layak dicap sebagai orang yang tak mau tahu dengan ajaran Islam. Bahaya sobat.
Begitu pula kita prihatin dengan kondisi pergaulan teman-teman remaja, baik di kota maupun di desa. Ternyata aktivitas maksiatnya tetep jalan meski sedang berpuasa. Ambil contoh tentang pergualan laki-perempuan, sampe sekarang masih dijumpai remaja yang tak bisa lepas dari pacaran. Maka jangan kaget jika acara JJS (Jalan-Jalan Subuh) di bulan Ramadhan jadi ajang untuk PDKT dengan pasangannya. Hasilnya, mulut mereka memang puasa dari makan dan minum, tapi beliau-beliau ini tidak tidak puasa dari berbuat maksiat. STMJ, Shaum Terus, Maksiat Jalan! Walah?
Maka, kita-kita ingin ngingetin teman-teman yang masih doyan maksiat, tolong hentikan semua aktivitas tercela itu. Mari kita mengubah diri kita dengan Islam, dan tentunya tidak setengah-setengah, tapi kudu totalitas dengan tuntunan Islam. Yang memang satu-satunya solusi untuk kemaslahatan manusia di muka bumi ini. Maka sungguh heran jika masih ada manusia yang nggak demen dengan Islam. Apalagi sampe membencinya setengah mati. Kita nggak ingin menyaksikan ada umat Islam yang tidak kenal dengan ajaran agamanya sendiri. Mengerikan banget kalo memang itu terjadi. Semoga saja, temen-temen remaja segera sadar dari kekeliruannya. Oke deh, pengennya kita neh, kamu-kamu bisa bertanggung jawab dengan apa yang kamu perbuat. Jadi, jangan coba-coba maksiat lagi ya?
Jangan malu untuk berubah!Sobat muda muslim, kalo merhatiin perkembangan sekarang, kayaknya dari kita-kita jadi pada malu untuk berbuat baik. Nggak semua sih, tapi.. ada aja. Aneh memang. Padahal, justru kudu bangga kalo kita berbuat kebenaran dan kebaikan sesuai ajaran agama kita, Islam. Mau bukti?
Hmm.. kelihatannya udah mengikis rasa bangga menjadi seorang muslim. Teman remaja kita justru bisa merasa bangga ketika menyandang cacat, eh, predikat yang wah di mata masyarakat umum. Misalnya, ada anak (sekaligus orangtuanya) yang bangga kalo jadi bagian dari anggota paskibra (pasukan pengibar bendera). Ada juga yang bangga jika doi adalah pemain basket. Maka, jangan kaget kalo doi kerapkali memamerkan keterampilannya dalam memainkan bola basket tersebut. Ada juga teman yang merasa udah hebat kalo doi jadi orang yang wara-wiri di panggung show.
Sayangnya, kebanggaan semu seperti itu seperti telah mengubur kebanggaan lainnya, yang justru kudu dimiliki setiap muslim, yakni bangga menjadi seorang muslim. Sori, bukannya kita merendahkan teman-teman yang punya keahlian di bidang yang tadi kita sebutkan. Nggak. Kita ‘menghargai’ kok. Tapi inget lho, kebanggaan seperti itu nggak akan memberikan kontribusi yang besar untuk kemajuan Islam. Lagian itu kan kebanggaan semu.
Oke, rasanya kudu ditumbuhkan kembali kebanggaan menjadi seorang muslim. Itu sebabnya, jangan minder kalo jadi anak muslim. Jangan pernah merasa bersalah dan mengutuki diri sendiri hanya gara-gara kamu muslim. Sehingga membuat kamu kudu tampil dengan gaya hidup seperti orang-orang Barat. Kamu pun jadi terbiasa dengan model kehidupannya. Bahkan untuk sekadar nama saja, kamu pengen nama itu terdengar modern, dan tentu mengandung unsur dari ‘kulon’. Maka jangan heran jika para orangtua di kampung saja bangga punya anak yang namanya David, misalkan. Lucunya, kalo pas ditanya, “David ke mana?” Jawabannya, “Lagi ngambil kayu di hutan” Wackss..? Jangan-jangan namanya David Bacem! ?
Sobat muda muslim, dengan menuliskan gambaran seperti itu, tentunya kita punya tujuan ingin mengajak kamu untuk berubah. Jadi kita harap kamu jangan males, apalagi malu untuk berubah menjadi baik. Kalo dulu kamu bangga dengan hal-hal sepele, termasuk bangga menjadi bagian dari masyarakat Barat, maka sekarang tunjukan kebanggaan kamu sebagai seorang muslim. Nggak ada salahnya kamu belajar dari kasus Burhan di atas. Dari okem menjadi alim. Sebuah prestasi hebat bukan? Dan itu hanya bisa diraih ketika kita juga punya niatan yang benar dan sungguh-sungguh ingin mengubah diri. Sebab, Allah akan menolong orang-orang yang memang mau mengubah dirinya. Firman Allah Swt.: Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (TQS ar-Ra’d [13]: 11)
Dalam ayat lain, Allah Swt. Akan menolong orang-orang yang beriman. Jadi, kalo pengen ditolong oleh Allah di dunia dan di akhirat, maka jangan malu untuk berbuat baik (baca: beriman) Allah Swt. menjelaskan: Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (TQS al-Mukmin [40]: 51)
Yuk, kita benahi diri kita untuk menjadi baik mumpung bulan Ramadhan. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang mendapat berkah, rahmat, dan ampunan. Jadi, jangan takut untuk berubah menjadi baik! Semoga ‘semangat’ Ramadhan ini bikin kita berhenti sama sekali dari perbuatan maksiat. Dan sebaliknya, kita getol beribadah. Amin.?
studi@dudung.net

Jumat, 22 Juni 2012

Tentang Senyum Ramadhan

Setiap manusia pada dasarnya senang berbagi. Sebab setelah melakukannya, kebahagiaan seketika menghampiri. Rumah Zakat melalui Senyum Ramdahan, mengajak setiap Sobat menjadikan kegiatan berbagi sebagai gaya hidup yang menghiasi hari–hari Anda, sehingga bulan ini akan terlewati dengan kegiatan lebih berarti.

Di tahun 2011, Rumah Zakat telah mewujudkan senyuman bagi 110.774 penerima manfaat dari Aceh hingga Papua. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2010 yang berhasil memberikan kebahagiaan untuk 61.207 penerima manfaat.

Ramadhan hanya sebulan, jangan sampai Anda kehilangan momen pelipatgandaan pahala tersebut dan menunggunya datang lagi tahun depan.

 

 Program Reguler Senyum Ramadhanimage
imageimageimage
senyum ramadhan 

Minggu, 29 April 2012

Ateis Skotlandia Menemukan Islam di Usia 65 Tahun

 

Alhamdulillah...... Allah Akbar.....Subhanallah....

Ateis Skotlandia Menemukan Islam di Usia 65 Tahun

Nama saya Maryam Noor, dan itu nama Islam saya, sedangkan nama asli saya adalah Margaret Templeton.

Saya lahir di Skotlandia dalam sebuah rumah yang ateis. Di rumah kami, kami tidak pernah diizinkan berbicara tentang Tuhan, dan bahkan jika kita belajar tentang hal itu di sekolah, kami tidak diperbolehkan untuk membicarakannya di rumah atau kami akan dihukum.

Selama yang saya ingat, saya telah mencari kebenaran tentang mengapa saya di sini di dunia ini, apa fungsi saya di sini, apa yang saya harus lakukan.

Segera setelah saya berumur cukup dewasa, saya mulai mencari beberapa informasi tentang "orang yang menyebut Tuhan" dan sepanjang hidup saya, saya telah mencari Kebenaran, bukan agama tertentu. Kebenaran, sesuatu yang masuk akal bagi saya, sesuatu yang membuka hati saya dan yang membuat hidup saya menjadi berharga. Saya telah mengunjungi hampir setiap gereja di wilayah kerajaan, baik di sini maupun di daerah saya, namun tidak pernah terpikir oleh saya untuk mengkaji tentang Islam.

Saya kemudian menjadi tertarik mengkaji Islam, tetapi perang terjadi di Irak, dan saya membaca hal-hal mengerikan yang dikatakan di media tentang Muslim, tapi saya juga dididik tentang agama-agama lain sehingga mengetahui bahwa hal-hal itu kebanyakan tidak benar, dan membuat saya pergi mencari seorang guru yang bisa mengajarkan saya sesuatu tentang cara hidup Islam, sehingga saya akan mampu untuk menolak hal-hal keliru serta dusta yang orang katakan tentang Islam.

Salah satu hal yang saya lakukan adalah bahwa saya berbicara dengan semua orang. Saya biasa tersenyum untuk setiap orang dengan mengatakan "Halo", "Apa kabar", dan "Bagaimana anda hari ini" .. seperti Yesus yang menyebarkan kebahagiaan kepada setiap orang yang ia jumpai. Saat itu saya telah menjadi seorang Katolik Roma tapi saya sangat tidak bahagia dan saya meninggalkan Gereja dan saya tidak tahu ke mana harus pergi.

Pada saat yang sama, saya mencari seorang guru yang bisa mengajarkan saya tentang Islam, saya berdoa terus-menerus sepanjang hari agar Tuhan menolongnya saya, saya mengucapakan "bantu saya ... Bantu saya... Bantu saya.." berulang-ulang sepanjang hari selama hampir dua tahun, karena saya tidak tahu harus berbuat apa atau ke mana saya harus pergi.

Teman dari teman saya kemudian membawa seorang alim - seorang ulama. Namanya Nur El-Din, dan dia adalah seorang warga kelahiran Arab yang ada di negeri ini. Dia mengundang saya untuk datang ke rumahnya. Dia menyarankan saya untuk membeli beberapa buku Islam, dan saya bisa menelepon dia jika saya memiliki pertanyaan. Dan inilah awal hubungan kami. Ada tujuh jilid buku yang saya beli, yang ternyata merupakan tafsir Al-Quran.

Jadi saya mulai untuk belajar. Saya membuka buku pertama. Saya tidak memulai dari belakang, saya mulai dari depan, dan saya segera membaca surat Al-Baqarah. Dan sebelum Al-Baqarah, ada surat Al-Fatihah, dan sewaktu saya membaca surat Al-Fatihah, rasanya saya seperti disambar petir, air mata mengalir dari mata saya, air mata seperti air Terjun Niagara. Jantung saya berdetak sangat cepat, ... saya berkeringat, saya gemetar, ... Saya takut ini adalah kerjaan setan, yang mencoba menghentikan saya karena saya bisa menemukan jalan kebenaran, karena buku ini mungkin akan menuntut saya menuju jalan Kebenaran, sesuatu yang saya cari selama ini.

Saya akhirnya menelepon sang alim itu, dia mengatakan 'silahkan datang ke sini saya ingin melihat Anda'. Jadi saya pergi ke rumahnya di tengah musim dingin, dan saya tiba di sana dalam kondisi hampir membeku, tetapi penderitaan itu tidak berarti apa-apa bagi kebenaran yang akan saya temukan. Dan saya menjelaskan pengalaman saya kepada sang alim. Saya mengatakan ini adalah setan, apa yang harus saya lakukan? Salah satu hal yang terjadi selama ini air mata saya mengalir, saya seperti bisa melihat hati saya di sini, berwarna merah, sangat besar, lebih cerah, tidak berbentuk sama sekali. Saya agak takut, dan saya berkata apa yang Anda pikir saya harus lakukan?

Dan ia berkata kepada saya "Margaret" ujarnya, "Anda akan menjadi seorang Muslim".

Dan saya berkata "Tapi saya tidak membaca buku-buku ini untuk menjadi seorang Muslim".

"Saya membacanya agar mampu membantah kebohongan yang media beritakan tentang orang-orang Muslim."

"Saya tidak ingin menjadi seorang Muslim".

Dan dia berkata "Yah Margaret, Anda akan menjadi seorang Muslim, karena saya harus memberitahu Anda, telah ada campur tangan Tuhan dalam hidup Anda."

Saya waktu itu berusia 65 tahun. Saya sekarang 66 tahun. Saya telah menjadi muslim selama satu tahun.

Saya terus belajar dengan alim, dari sekitar November sampai Februari, dan saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mengucapkan kalimat syahadat, dan saya bertanya kepada Alim apakah menurutnya terlalu dini bagi saya untuk datang, karena saya benar-benar tidak ingin menjadi seorang Muslim, tapi saya yakin saya akan belajar dan Tuhan akan mengampuni saya bahwa saya tidak menghargai karunia yang besar sehingga Ia mengaruniakan saya.

Dia kemudian mengatakan "Ulangi ucapan saya" dan dia mengucapkan kalimat syahadat yang kemudian saya ulangi setelah dia.

Lalu saya berkata "Apa yang saya katakan barusan?" Dan dia mengatakan dalam bahasa Inggris apa yang saya katakan, dan saya berkata "Berarti saya telah menjadi seorang Muslim?" dan dia berkata "Ya dan namamu Maryam Noor".

Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya adalah seorang Muslim yang baik karena hal itu sangat sulit. Saya kehilangan semua teman Katolik saya, semua teman yang saya berbicara dengannya. Putri saya berpikir bahwa saya telah gila!.

Hal kedua yang membuat hidup saya sangat sulit adalah bahwa saya hidup di dunia sekuler dan tidak di dunia Muslim dan saya ingin dengan sepenuh hati untuk hidup di dunia Muslim dan memiliki komunitas Muslim. Saya satu-satunya Muslim di daerah tempat saya tinggal. Tetapi Allah sudah sangat baik kepada saya karena di tengah semua kesulitan ini, saya senang, saya sedang belajar.

Saya membaca segala sesuatu dalam bahasa Inggris karena usia saya yang sudah tua, saya agak susah menghafal. sehingga saya menggunakan buku. Dan saya meminta kepada Allah "Dengan nama Allah, yang maha pengasih dan maha penyayang, saya saat ini benar-benar seperti seorang bayi, saya adalah seorang bayi berusia 65 tahun dan saya mengalami agak kesulitan sedikit dan saya meminta Allah harus membantu saya dan ini adalah salah satu cara Dia membantu saya.(fq/oi)